This is about My Life

Hidup itu tidak semulus dan selancar jalan tol, pasti ada saja masalah yang muncul bertubi-tubi tanpa pernah bisa diperkirakan datangnya. Begitulah kondisi aku saat ini. Ketika satu masalah terselesaikan, muncul masalah baru yang harus diselesaikan.

Kalau andai saja bisa memilih, aku lebih memilih untuk menghilang dari dunia ini. Namun, Alloh tidak akan memberikan cobaan yang di luar kemampuan kita, itulah yang membuatku yakin bisa bertahan dan menghadapi semua permasalahan hidup yang muncul.

Apakah aku salah melangkah?

Apakah aku salah memilih jalan?

Apakah aku bodoh?

Apakah aku yang ceroboh dalam mengambil keputusan?

Atau apakah aku yang tidak mengerti dengan semua liku-liku kehidupan?

Semuanya hanya menjadi tanda tanya besar dalam hati ini dan hanya bisa berharap semuanya bisa terselesaikan dengan jalan dan akhir yang indah..

PEDAAAASSSSSSSS!!!!!

PEDAAAASSSSSSSS!!!!!

Santapan makan sore kali ini benar-benar membuat mulut ku tersiksa. Bagiku hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menghabiskan satu mangkuk mie, namun untuk santapan yang satu ini aku memerlukan waktu cukup lama untuk menghabiskannya. Satu gelas besar air putih dan satu cup es pun tak cukup untuk mengobati rasa panas di mulut.

MENYIKSA…

Sakit atau Malu??

Pagi ini setelah selesai kuliah Takshew aku, Mpok, dan Black Cemani seperti biasa makan di kantin Biologi. Suasana kantin pagi tadi cukup ramai. Di tengah keramaian tiba-tiba terdengar jeritan dari seorang wanita. Jeritan tersebut langsung menarik perhatian semua orang yang berada disana. Aku pun dan hampir  semua orang yang berada disana segera menengok ke sumber suara. Kali ini bukan karena anak kucing, melainkan Ibu Dosen Chibi Maruko Chan terjatuh dari tangga salah satu warung di kantin. Entah apa yang ada di pikiran kami semua hingga tak seorang pun dari kami yang menolong beliau. Cukup lama beliau terduduk di lantai entah karena benar-benar merasa sakit, entah karena merasa malu, sampai akhirnya ada seorang ibu sesama rekan dosen yang menolongnya bangun, kemudian datang lagi seorang ibu warung.

Dan aku… Aku hanya TERTAWA melihatnya…

Astagfirulloh…

Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan

Setiap orang pasti mempunyai masa lalu, masa kini, dan masa depannya masing-masing dalam berbagai hal, begitu pun dengan aku. Disini aku ingin bercerita sedikit mengenai salah satu aspek dari ketiga hal tersebut. Sedikit konyol sebenarnya, tapi tak apalah, berikut masa lalu, masa kini, dan masa depanku.

Masa Lalu

Masa lalu ku ini orang yang baik, humoris, sederhana, pekerja keras, dan apa adanya. Dia tidak banyak memberi ku kebahagian dalam bentuk materi karena memang kondisi ekonomi keluarganya tidak begitu baik. Namun, aku merasa bahagia dengan dia karena memang aku tidak pernah mengejar materi. Banyak momen-momen indah yang aku lewati dengannya, banyak pula konflik yang terjadi, namun semua itu terasa begitu indah dan nyaman.

Masa Kini

Masa kini ku ini memiliki kepribadian yang religius, baik, perhatian, sedikit humoris, tapi agak masih kekanak-kanakan dan terlalu posesif. Dia banyak sekali memberi kejutan dalam bentuk materi yang harganya pun tidak bisa dibilang murah. Namun demikian, aku tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia berikan. Bukan karena aku merasa kurang dengan itu, melainkan karena bukan itu yang aku harapkan darinya. Dia juga terlalu over protective dan itu membuatku tidak nyaman.

(Calon) Masa Depan (Insya Alloh :D)

Lebih tepat disebut calon sebenarnya, karena belum tentu juga dia menjadi masa depan ku (hehehe). Sebenarnya aku belum mengenal lebih jauh calon masa depanku ini. Tapi dia orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak, religius, (sepertinya) penyayang, sederhana, aku banyak belajar darinya. Tertaut usia cukup jauh namun ideal. Calon suami idaman banget deh :D.Beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya (and I hope that’s  me, hahaha) karena menurutku dia calon imam yang baik.

Yup, itulah masa lalu, masa kini, dan masa depanku… 🙂