In Memoriam

In Memoriam

Go and Never Come Back…

Advertisements

Mamah…

Saat perjalanan pulang menuju Purwokerto tiba-tiba saja air mata mengalir tanpa bisa ditahan. Teringat ketika akan berangkat Mamah berkata “engke Mamah euweuh batur (nanti Mamah ga ada temen)”. Ketika mengatakan itu Mamah masih biasa saja, hanya saja sudah tercium aroma kesedihan disana, namun setelah kucium tangannya dan berpamitan,  dicium lah keningku oleh beliau dan wajah Mamah pun mulai terlihat merah dan mulai berkaca-kaca dan air mata pun meluncur dari matanya. Aku pun berkata “Mamah, tong nangis atuh (Mamah, jangan nangis dong)”, namun aku pun tak kuasa menahan air mataku.

I’ll back for you mom… :’)

I love you… 🙂