Tentang Istana Kecil

Ini tentang istana kecil saya, dimana dengan bebas saya bisa memerintah apapun yang ada di dalamnya. Yup, istana kecil, benar-benar kecil, dengan keadaan yang jauh dari kata sempurna dan rapi. Berlaku sistem pemerintahan yang sungguh sangat liberal. Segala sesuatu dalam istana saya bisa dengan bebas menempatkan dirinya dimana pun tanpa ada batasan. Terkadang berdesak-desakan, ada kalanya pula mereka saling memisahkan diri.

Ada beberapa rakyat saya yang paling enggan untuk pindah, di antaranya makhluk berkaki panjang berjumlah empat yang di atasnya terdapat berbagai makhluk kecil lainnya, kemudian ada makhluk yang selalu menutup dirinya dan hanya terbuka ketika saya perintahkan, dan yang terakhir adalah makhluk berkaki empat yang senantiasa dan tanpa mengeluh sedikitpun menjadi tempat saya untuk melepaskan segala kelelahan yang telah saya lewati. Sebenarnya bisa saja saya perintahkan mereka untuk berpindah dari tempat mereka, tetapi mereka sudah terlalu nyaman di posisinya, apa boleh buat, namanya juga liberalisme tanpa batas. Hahaha.

Sudah kurang lebih tiga tahun saya memerintah di kerajaan saya. Banyak yang telah saya lakukan dalam istana kecil saya. Tempat saya menciptakan karya, tempat dimana saya menguapkan segala kelelahan, tempat dimana saya bisa meluapkan segala tawa dan tangis seorang diri dan hanya rakyat-rakyat saya yang tahu. Saksi bisu dimana saya jatuh cinta dan patah hati. Memang jauh dari kata sempurna, namun ketika suatu saat saya harus turun tahta dan meninggalkan istana kecil saya, istana itu akan menjadi sebuah kenangan yang tidak akan saya lupakan dan mungkin istana yang tidak sempurna itu akan membuat hidup saya sempurna dengan berbagai kisah yang ada di dalamnya. Ya, ini tentang istana kecil yang tidak sempurna namun akan menyempurnakan.

WHATEVER

TWO BASTARDS!

Purwokerto, March 1, 2014

 

I don’t know what’s happening now in my life. Suddenly, both of them came back almost in the same time. It’s like has been planned before. The boy told me that he regretted his decision to left me and he asked me to be back to him. Of course, I didn’t agree with that because it’s to short to him to ask that. Didn’t he realise his mistakes, the hurts that he left for me? I don’t understand why he asked that to me easly like that! He told me that he never had any special relationship with the girl, but I knew and thought that was just A BIG LIE!  Now, I never believe in him anymore, NEVER! He’s a very good LIAR and his words are POISONS, very DANGEROUS POISONS!!!

After the boy, the girl came. She pretended to asked my condition, but I could read what she wanted. And it proved! She asked me about my realtionship with the boy after that problem. I told her the truth. She apologized to me about that problem, but I disregarded her. I know that her words are just like the boy’s words, her words are the big BULLSHIT! I told that girl that I want to keep away to that boy, I won’t disturb his life or her life or the other’s life. Although, she’s like a good girl, but for me she’s just like a VIPER!

 There is something you must know, boy and girl, I’m serious with my words! I’m not a HYPOCRITE and I’m not a VIVER like you two! Both of you are BASTARDS!!!

Kegiatan Olahraga Alam Bebas dan Lifestyle

Dewasa ini, kegiatan di alam bebas, terutama mendaki gunung, tidak hanya digandrungi oleh organisasi pecinta alam atau sejenisnya saja, tetapi masyarakat pada umunya juga mulai terjun di dunia tersebut. Memang, tidak ada batasan bagi siapapun untuk berkegiatan di alam bebas atau khususnya mendaki gunung, namun hal tersebut berdampak pada lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. Banyak pendaki yang tidak sadar akan pentingnya memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Banyak di antara pendaki khususnya pendaki “lifestyle” yang membuang sampah sembarangan dan budaya untuk membawa sampah turun diabaikan. Selain itu, banyak pula yang tidak memperhatikan kelestarian alam. Pernah di suatu gunung, saya bertemu dengan sekelompok pendaki “lifestyle” dan kebetulan bunga Edelweis di gunung tersebut sedang berbunga. Kelompok pendaki tersebut dengan tidak berperasaan memetik begitu banyak bunga Edelweis yang notabene hanya berbunga beberapa kali saja dalam setahun. Alangkah lebih indah jika bunga Edelweis tersebut tetap hidup di tempatnya tanpa harus menjadi korban “lifestyle”. Perilaku vandalisme juga banyak dijumpai.

Aspek keselamatan juga sering dibaikan oleh para pendaki “lifestyle’”ini. Mereka tidak menggunakan peralatan yang standar dan hanya bermodal nekad saja. Jika memang kegiatan alam bebas sekarang sudah menjadi lifestyle, berkegiatan lah dengan baik. Jangan mengabaikan kebersihan dan kelesetarian alam, juga jangan melupakan safety prosedure. So, be a SMART HIKERS…

Kegiatan Olahraga Alam Bebas dan Lifestyle

 Dewasa ini, kegiatan di alam bebas, terutama mendaki gunung, tidak hanya digandrungi oleh organisasi pecinta alam atau sejenisnya saja, tetapi masyarakat pada umunya juga mulai terjun di dunia tersebut. Memang, tidak ada batasan bagi siapapun untuk berkegiatan di alam bebas atau khususnya mendaki gunung, namun hal tersebut berdampak pada lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. Banyak pendaki yang tidak sadar akan pentingnya memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Banyak di antara pendaki khususnya pendaki “lifestyle” yang membuang sampah sembarangan dan budaya untuk membawa sampah turun diabaikan. Selain itu, banyak pula yang tidak memperhatikan kelestarian alam. Pernah di suatu gunung, saya bertemu dengan sekelompok pendaki “lifestyle” dan kebetulan bunga Edelweis di gunung tersebut sedang berbunga. Kelompok pendaki tersebut dengan tidak berperasaan memetik begitu banyak bunga Edelweis yang notabene hanya berbunga beberapa kali saja dalam setahun. Alangkah lebih indah jika bunga Edelweis tersebut tetap hidup di tempatnya tanpa harus menjadi korban “lifestyle”. Perilaku vandalisme juga banyak dijumpai.

Aspek keselamatan juga sering dibaikan oleh para pendaki “lifestyle’”ini. Mereka tidak menggunakan peralatan yang standar dan hanya bermodal nekad saja. Jika memang kegiatan alam bebas sekarang sudah menjadi lifestyle, berkegiatan lah dengan baik. Jangan mengabaikan kebersihan dan kelesetarian alam, juga jangan melupakan safety prosedure. So, be a SMART HIKERS…

This is My New Life

Yup, seperti inilah hidup di dunia ini, kadang di atas, ada kalanya juga harus di bawah. Ada waktunya bahagia dan ada pula saatnya sedih. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus melewati jalan hidup yang sudah ditentukan. Boleh bersedih, tetapi jangan berlebihan, karena hidup harus tetap berjalan, harus bangkit dan memulai lagi lembaran baru dengan lebih baik.

Itulah kondisiku sekarang, sempat terguncang karena suatu hal yang sangat di luar didugaan. Kestabilan hidupku sempat terganggu beberapa saat karena hal tersebut. Sebenarnya mungkin hanya hal yang sepele, namun kata tersebut bahkan bisa membuat orang menjadi gila. Ya, apalagi kalau bukan CINTA. Janji manis, kata-kata yang indah, ungkapan cinta dan rindu, serta kenangan-kenangan tak terlupakan, sekarang semuanya hanya seperti angin lalu, kaleng rombreng, sampah busuk yang tak berguna lagi.

Kadang aku sangat ingin menertawakan diri sendiri, betapa bodoh dan tololnya aku ini. Entah karena pengalamanku dalam hal ini kurang atau entah terlalu polos atau bahkan bodoh mungkin, sampai-sampai bisa dalam menjalin hubungan yang sudah cukup lama berjalan, terus berada dalam kebohongan dan kemunafikan seseorang yang sekarang berakhir dengan kehancuran. Mungkin mudah bagi dia untuk menyembuhkan semuanya dan kembali bangkit menjalani hidup dengan normal, karena memang ini keinginannya dan aku mengetahui alasan sebenarnya dia mengambil keputusan ini, bukan sepenuhnya karena orang tua, BUKAN !

But, whatever, I don’t care anymore about this. I was hurt and now I’m trying to wake up. I want to show you that my life is fine without you. You are nothing for me now. I’m free, I can move forward, I have much more hopes now. My life can’t stop here. I can live without you. See, I’m the winner and you are the LOSER. I took some lessons from this problem. First, maybe this is a karma, because in the past I ever did the same thing, so now I don’t wanna hurt anyone again.  Second, I can change my personality to be more patient, strong, and brave to face the future. I don’t wanna know about love for this time. I just want to enjoy my new life without love, become a single, and I can do anything I want freely without any interruptions from someone. So, PLEASE WELCOME FOR MY NEW FREE LIFE. 

Kembali ke Puncak 3428 mdpl

Kembali ke Puncak 3428 mdpl

Tanggal 27-28 September 2013 kemarin, untuk kedua kalinya menapakkan kaki di gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, Gunung Slamet, dengan ketinggian 3428 mdpl. Pendakian kali ini dipenuhi dengan rasa kesal, benci, dan dendam yang mendalam terhadap seseorang. Tetapi tidak menyurutkan semangatku untuk bisa mencapai puncak Slamet. Memang dengan kita mendekatkan diri dengan alam, kita dapat lebih dengan Tuhan kita. Semua masalah bisa terlupakan dan yang ada hanya kekaguman terhadap kuasa-Nya. Keindahan alam Slamet semakin indah dengan mulai bermekarannya bunga Edelweis. What a beautiful place…