This is My New Life

Yup, seperti inilah hidup di dunia ini, kadang di atas, ada kalanya juga harus di bawah. Ada waktunya bahagia dan ada pula saatnya sedih. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus melewati jalan hidup yang sudah ditentukan. Boleh bersedih, tetapi jangan berlebihan, karena hidup harus tetap berjalan, harus bangkit dan memulai lagi lembaran baru dengan lebih baik.

Itulah kondisiku sekarang, sempat terguncang karena suatu hal yang sangat di luar didugaan. Kestabilan hidupku sempat terganggu beberapa saat karena hal tersebut. Sebenarnya mungkin hanya hal yang sepele, namun kata tersebut bahkan bisa membuat orang menjadi gila. Ya, apalagi kalau bukan CINTA. Janji manis, kata-kata yang indah, ungkapan cinta dan rindu, serta kenangan-kenangan tak terlupakan, sekarang semuanya hanya seperti angin lalu, kaleng rombreng, sampah busuk yang tak berguna lagi.

Kadang aku sangat ingin menertawakan diri sendiri, betapa bodoh dan tololnya aku ini. Entah karena pengalamanku dalam hal ini kurang atau entah terlalu polos atau bahkan bodoh mungkin, sampai-sampai bisa dalam menjalin hubungan yang sudah cukup lama berjalan, terus berada dalam kebohongan dan kemunafikan seseorang yang sekarang berakhir dengan kehancuran. Mungkin mudah bagi dia untuk menyembuhkan semuanya dan kembali bangkit menjalani hidup dengan normal, karena memang ini keinginannya dan aku mengetahui alasan sebenarnya dia mengambil keputusan ini, bukan sepenuhnya karena orang tua, BUKAN !

But, whatever, I don’t care anymore about this. I was hurt and now I’m trying to wake up. I want to show you that my life is fine without you. You are nothing for me now. I’m free, I can move forward, I have much more hopes now. My life can’t stop here. I can live without you. See, I’m the winner and you are the LOSER. I took some lessons from this problem. First, maybe this is a karma, because in the past I ever did the same thing, so now I don’t wanna hurt anyone again.  Second, I can change my personality to be more patient, strong, and brave to face the future. I don’t wanna know about love for this time. I just want to enjoy my new life without love, become a single, and I can do anything I want freely without any interruptions from someone. So, PLEASE WELCOME FOR MY NEW FREE LIFE. 

Kembali ke Puncak 3428 mdpl

Kembali ke Puncak 3428 mdpl

Tanggal 27-28 September 2013 kemarin, untuk kedua kalinya menapakkan kaki di gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, Gunung Slamet, dengan ketinggian 3428 mdpl. Pendakian kali ini dipenuhi dengan rasa kesal, benci, dan dendam yang mendalam terhadap seseorang. Tetapi tidak menyurutkan semangatku untuk bisa mencapai puncak Slamet. Memang dengan kita mendekatkan diri dengan alam, kita dapat lebih dengan Tuhan kita. Semua masalah bisa terlupakan dan yang ada hanya kekaguman terhadap kuasa-Nya. Keindahan alam Slamet semakin indah dengan mulai bermekarannya bunga Edelweis. What a beautiful place…