In Memoriam

In Memoriam

Go and Never Come Back…

Advertisements

PEDAAAASSSSSSSS!!!!!

PEDAAAASSSSSSSS!!!!!

Santapan makan sore kali ini benar-benar membuat mulut ku tersiksa. Bagiku hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menghabiskan satu mangkuk mie, namun untuk santapan yang satu ini aku memerlukan waktu cukup lama untuk menghabiskannya. Satu gelas besar air putih dan satu cup es pun tak cukup untuk mengobati rasa panas di mulut.

MENYIKSA…

Sakit atau Malu??

Pagi ini setelah selesai kuliah Takshew aku, Mpok, dan Black Cemani seperti biasa makan di kantin Biologi. Suasana kantin pagi tadi cukup ramai. Di tengah keramaian tiba-tiba terdengar jeritan dari seorang wanita. Jeritan tersebut langsung menarik perhatian semua orang yang berada disana. Aku pun dan hampir  semua orang yang berada disana segera menengok ke sumber suara. Kali ini bukan karena anak kucing, melainkan Ibu Dosen Chibi Maruko Chan terjatuh dari tangga salah satu warung di kantin. Entah apa yang ada di pikiran kami semua hingga tak seorang pun dari kami yang menolong beliau. Cukup lama beliau terduduk di lantai entah karena benar-benar merasa sakit, entah karena merasa malu, sampai akhirnya ada seorang ibu sesama rekan dosen yang menolongnya bangun, kemudian datang lagi seorang ibu warung.

Dan aku… Aku hanya TERTAWA melihatnya…

Astagfirulloh…

Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan

Setiap orang pasti mempunyai masa lalu, masa kini, dan masa depannya masing-masing dalam berbagai hal, begitu pun dengan aku. Disini aku ingin bercerita sedikit mengenai salah satu aspek dari ketiga hal tersebut. Sedikit konyol sebenarnya, tapi tak apalah, berikut masa lalu, masa kini, dan masa depanku.

Masa Lalu

Masa lalu ku ini orang yang baik, humoris, sederhana, pekerja keras, dan apa adanya. Dia tidak banyak memberi ku kebahagian dalam bentuk materi karena memang kondisi ekonomi keluarganya tidak begitu baik. Namun, aku merasa bahagia dengan dia karena memang aku tidak pernah mengejar materi. Banyak momen-momen indah yang aku lewati dengannya, banyak pula konflik yang terjadi, namun semua itu terasa begitu indah dan nyaman.

Masa Kini

Masa kini ku ini memiliki kepribadian yang religius, baik, perhatian, sedikit humoris, tapi agak masih kekanak-kanakan dan terlalu posesif. Dia banyak sekali memberi kejutan dalam bentuk materi yang harganya pun tidak bisa dibilang murah. Namun demikian, aku tidak pernah merasa puas dengan apa yang dia berikan. Bukan karena aku merasa kurang dengan itu, melainkan karena bukan itu yang aku harapkan darinya. Dia juga terlalu over protective dan itu membuatku tidak nyaman.

(Calon) Masa Depan (Insya Alloh :D)

Lebih tepat disebut calon sebenarnya, karena belum tentu juga dia menjadi masa depan ku (hehehe). Sebenarnya aku belum mengenal lebih jauh calon masa depanku ini. Tapi dia orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak, religius, (sepertinya) penyayang, sederhana, aku banyak belajar darinya. Tertaut usia cukup jauh namun ideal. Calon suami idaman banget deh :D.Beruntung sekali wanita yang menjadi istrinya (and I hope that’s  me, hahaha) karena menurutku dia calon imam yang baik.

Yup, itulah masa lalu, masa kini, dan masa depanku… 🙂

 

Diterkam Raja Hutan…

Suatu hari, aku, Cungkring, Tua… (but that’s too extrim if we call her Tua, so we call Mpok), Bule (or we can call her Cantik), dan Black Cemani sedang makan di kantin Biologi. Seperti biasa suasana kantin penuh dan ramai oleh mahasiswa yang sedang makan. Seketika suasana kantin menjadi senyap tanpa suara setelah mendengar jeritan wanita yang nada suaranya sangat tinggi dan melengking seperti yang hendak diterkam oleh Raja Hutan.

Dan apakah yang terjadi sebenarnya?

Teriakan “Diterkam Raja Hutan” itu adalah teriakan Black Cemani yang disebabkan oleh SEEKOR ANAK KUCING yang besarnya pun tidak lebih dari telapak kakinya.

Ckckck, aku, Cungkring, Mpok, Bule oh tidak Cantik hanya bisa tertunduk malu.

Mamah…

Saat perjalanan pulang menuju Purwokerto tiba-tiba saja air mata mengalir tanpa bisa ditahan. Teringat ketika akan berangkat Mamah berkata “engke Mamah euweuh batur (nanti Mamah ga ada temen)”. Ketika mengatakan itu Mamah masih biasa saja, hanya saja sudah tercium aroma kesedihan disana, namun setelah kucium tangannya dan berpamitan,  dicium lah keningku oleh beliau dan wajah Mamah pun mulai terlihat merah dan mulai berkaca-kaca dan air mata pun meluncur dari matanya. Aku pun berkata “Mamah, tong nangis atuh (Mamah, jangan nangis dong)”, namun aku pun tak kuasa menahan air mataku.

I’ll back for you mom… :’)

I love you… 🙂

This is It… !!!

Hai, entah ini blog yang ke sekian buatku karena aku sering membuat blog tapi tak pernah ada yang terurus. Hahaha..

Nama saya Arfiani Salam Suhendar, kota asal Garut dan tinggal di kota Purwokerto untuk melanjutkan sekolah. Orang bilang Purwokerto itu Kota Satria, tapi bagiku, Purwokerto adalah Kota Perjuangan, karena disinilah aku berjuang untuk melanjutkan pendidikan dan mencari hal-hal yang baru.

Aku “terjerumus” ke Fakultas Biologi Unsoed. “Terjerumus”? ya, memang benar. Kata salah seorang sahabat, sebut saja namanya Cungkring  “orang-orang yang memang memiliki ‘fashion’ di biologi dapat beradaptasi dgn baik dan bisa mendapatkan IP yang lebih dari 3 bahkan 4. Tapi, buat orang-orang yang ‘terjerumus’ seperti kita (termasuk aku) sulit untuk beradaptasi dan hanya mendapatkan IP yang tidak lebih dari 

Aku suka petualangan dan hal-hal yang berbau dengan kegiatan alam bebas.

Sekian tentang diriku yang terjebak di lingkaran yang tidak begitu menyenangkan bagiku..